oleh

Tikam Wanita Secara Sadis, Polres Gowa Malah Tolak Tahan Dua Begal? 

MAKASSAR, INIKATA.com Kasus penikaman yang terjadi di Lapangan Syech Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulsel, Minggu (10/6) lalu, sepertinya akan berbuntut panjang.

Pasalnya kedua terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) Andi Risaldi (22) dan AN (17) yang berhasil ditangkap personil Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel di Perumahan BTN Asri, Kabupaten Gowa, Senin (11/6) malam, ditolak mentah-mentah oleh pihak Polres Gowa.

“Betul memang sempat mendapat penolakan tadi. Karena kasusnya sangat atensi dan sangat ramai di media sosial,” kata Panit Timsus Polda Sulsel, Iptu Muh. Iqbal Kosman saat ditemui di Posko Timsus Polda Sulsel, Jalan Boulevard Kota Makassar, Sulsel, Selasa (12/6/2018) dini hari.

Oleh sebab itu, kedua pelaku begal sadis yang saat ini masih diamankan di Posko Timsus Polda Sulsel akan diserahkan ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel untuk dapat tangani lebih lanjut.

“Proses selanjutnya akan ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel,” jelasnya.

Iqbal Kosman juga mengungkapkan, kedua pelaku yang diamankan tersebut merupakan warga dari Poros Malino, Kabupaten Gowa. Mereka adalah begal sadis yang tak segan-segan menerjang korbannya menggunakan senjata tajam (pisau) saat beraksi.

“Motifnya itu pelaku mengacak, mengincar, korban sementara duduk. Mereka merampas hpnya dan menusuk korban,” ungkap Iqbal.

Keduanya pelaku yang masih merupakan keluarga dekat (sepupu) tersebut berhasil ditangkap berawal dari adanya laporan yang diterima terkait kasus penikaman secara sadis yang terjadi di Lapangan Syech Yusuf, Kabupaten Gowa pada Minggu (10/6) lalu.

Menindak lanjuti hal itu Timsus Polda Sulsel langsung bergerak dengan cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut. Alhasil kedua pelaku berhasil ditangkap di Perumahan BTN Asri, Kabupaten Gowa pada Senin (11/6) kemarin malam.

“Kami mendapat laporan adanya wanita yang dibegal. Atas reaksi cepat Timsus Polda Sulsel, pelaku berjumlah dua orang ini berhasil kami tangkap di area Gowa,” tambahnya.

Dari tangan pelaku petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa, 1 buah pisau, 1 buah hp, dan 1 unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Akibat kejadian itu, korban Eni Sulfaeni (21) harus menjalani masa kritis di Rumah Sakit Syech Yusuf, Kabupaten Gowa usai mendapat luka tikaman yang cukup serius pada bagian leher, dada, dan perut.

Sementara itu Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, selama sesuai dengan prosedur maka tidak akan ada penolakan. Namun sebelum menerima tersangka dan barang bukti akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu.

“Tidak ada penolakan sesuai dengan prosedurnya maka akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu,” singkatnya. (**)

Komentar