oleh

Tokoh dan Akademisi Puji Kedewasaan Berpolitik Ichsan Yasin Limpo

MAKASSAR, INIKATA.com – Kebesaran hati Ichsan Yasin Limpo (IYL) menghargai  hasil quick count Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  (Pilgub) Sulsel, sembari menunggu penetapan resmi KPU, menuai apresiasi dari sejumlah kalangan dan tokoh masyarakat, serta akademisi.

Meskipun memang kemenangan tidak berpihak kepadanya untuk memimpin Sulsel lima tahun kedepan. Namun Ichsan Yasin Limpo telah menjadi pemenang integritas. Ia dinilai menunjukkan jati diri sebagai orang Sulsel.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, ikut mengapresiasi sikap mantan Bupati Gowa dua periode itu yang tetap menunjukkan kedewasaan berpolitiknya.

“Kita hargai sikap Pak Ichsan, dan saya percaya semua juga akan begitu. Cuma memang kan prosedurnya penetapan dulu sampai nanti ada pengumuman resmi baru boleh kita memastikan siapa pemenang,” kata Dwia kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).

Di mata Prof Dwia, IYL merupakan figur yang berintegritas. Ditambah pengalamannya dalam pemerintahan. Sehingga pada pencalonannya lalu rakyat  tidak ragu untuk memberikan dukungannya melalui jalur independen. Dan hal itu menjadi sebauh kebanggaan yang luar biasa meskipun belum bisa mewujudkan harapan masyarakat yang dititipkan kepadanya.

“Pak Ichsan kan punya pengalaman sebagai bupati, makanya bisa banyak yang mengusung secara independen. Saya kira itu sudah menjadi penghargaan yang terlihat bagi Pak Ichsan. Saya kira Pak Ichsan sudah bangga bisa menjadi calon dan bisa mendapatkan suara juga. Tidak mudah itu untuk menjadi calon perseorangan dan mendapatkan suara,” tandas Prof Dwia.

Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse mengatakan, dengan hasil hitung cepat, maka  kandidat yang telah bertarung wajib memberikan ucapan terimakasih kepada masyarakat.

Dan hal itu telah dilakukan dan ditunjukkan  Ichsan Yasin Limpo, meskipun tidak memperoleh kemenangan dalam pertarungan Pilgub Sulsel kali ini.

“Kandidat harus berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberi dukungan, karena itu perlu memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah memberi dukungan baik yang menang maupun yang kalah,” kata Prof Ambo Asse.

Apalagi menurutnya, proses demokrasi yang telah berlangsung ini mampu menarik animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Serta dapat berjalan secara aman dan tertib.

Prof Ambo Asse berpesan agar seluruh kandidat yang belum diberikan kemenangan agar dapat menerima dengan lapang dada atas kekalahannya setelah ada penetapan resmi nantinya. Jangan sampai ada perpecahan di masyarakat hanya lantaran persoalan dukungan saja.

“Kemudian yang menang semua paslon agar menerima secara legowo hasil-hasil pilkada ini. Yang menang bersyukur dan yang kalah agar bersabar serta dapat menerimanya,” tandasnya.

Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Haris juga mengapresiasi kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan IYL. Menurutnya, sebagai seorang politisi yang berintegritas, IYL telah menunjukkan sikap yang sportif dalam pertarungan.

“Saya kira sikap seperti itu memang patut kita apresiasi. Selama prosesnya itu berlangsung demokratis, tidak ada kecurangan misalnya. Karena inikan melibatkan banyak lembaga survei dan hasilnya juga bisa dikatakan hampir sama,” jelas Andi Haris.

Andi Haris menjelaskan, IYL tentunya sudah paham betul mengenai sikap-sikap yang harus ditunjukkan sebagai seorang politisi senior. Dengan pernyataan IYL, lanjutnya, ia menghargai hasil demokrasi yang telah berlangsung.

“Saya kira sudah obyektifitasnya seperti itu. Tapi memang yang punya relawan, tetap dia menerima tapi tetap melakukan pengamatan apakah ada kecurangan atau tidak,” jelasnya. (**)

Komentar