oleh

Triwulan III 2018 Diproyeksi Berada di Angka 7,5 Persen

MAKASSAR, INIKATA.com – Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2018 sebesar 7,38 (yoy). Pada triwulan III diproyeksi berada di angka 7,5 persen (yoy).

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,66% (yoy) didorong daya beli masyarakat yang terjaga pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dengan penyaluran THR dan tambahan gaji PNS. Sementara itu, impor tumbuh 4,52% (yoy) khususnya untuk kebutuhan bahan baku industry dan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, investasi tumbuh 6,32% (yoy) antara lain dengan terus berlangsungnya proyek strategis nasional (PSN), infrastruktur bandara, jalan, energi, dan pendukung pertanian. Sementara pada triwulan III 2018, perekonomian Sulsel diprakirakan tumbuh pada kisaran 7,1 – 7,5% (yoy).

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pada triwulan III 2018, terutama dipengaruhi oleh konsumsi RT, adanya hari besar keagamaan nasional (Idul Adha) dan libur panjang saat hari kemerdekaan RI,” kata Bambang Kusmiarso, Kepala Bank Indonesia cabang Sulsel, Jumat (10/8/2018).

Disamping itu, kata dia, peningkatan konsumsi pemerintah disebabkan oleh serapan belanja yang lebih tinggi, disertai dengan pencairan gaji ke-14 untuk kebutuhan biaya pendidikan.

“Kemudian, investasi juga diperkirakan meningkat seiring dengan semakin mendukungnya iklim investasi di Sulsel, terlihat dari pemilihan kepala daerah yang kondusif,” jelasnya.

Meski demikian, penahan pertumbuhan berasal dari kinerja ekspor LN yang melambat karena komoditas perkebunan utama (kakao) berada dalam musim tanam.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan diperkirakan terutama didorong oleh kinerja pertambangan yang membaik karena terdapat peningkatan produksi paska libur panjang di triwulan II 2018.

“Konstruksi yang didorong oleh realisasi infrastruktur yang semakin mendekati target penyelesaian,” ujarnya.

Adapun lapangan usaha yang diperkirakan melambat berasal dari LU pertanian, dan LU perdagangan besar dan eceran masing-masing dipengaruhi oleh masuknya musim tanam dan dampak dari melambatnya ekspor LN.

“Dengan perkembangan tersebut, kami tetap optimis pertumbuhan keseluruhan tahun 2018 masih akan berada dalam kisaran 7,0 – 7,4% (yoy),” pungkasnya. (Rrs)

Komentar