oleh

Utang Indonesia Turun Tipis Rp 4.880 Triliun

INIKATA.com – Pada Februari 2018, utang Luar Negeri (Indonesia) tercatat sebesar USD 356,2 miliar atau Rp 4.880 triliun (kurs Rp 13.700).

Jika dibandingkan dengan Januari 2018, angka itu mengalami penurunan sebesar USD 358,25 atau Rp 4.907 triliun.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), saat ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 181,4 miliar, serta utang swasta sebesar USD 174,8 miliar.

Per akhir Februari 2018, ULN Indonesia tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy) yang disebabkan oleh melambatnya ULN baik sektor pemerintah maupun sektor swasta.

Hingga akhir Februari 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD 177,9 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD 121,5 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir Februari 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik sebesar USD 3,0 miliar.

Sementara itu, biaya ULN Pemerintah semakin rendah seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, yang didukung oleh membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat utang Indonesia.

“Pemanfaatan ULN pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan merupakan investasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk memperkuat kemampuan membayar ULN tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi BI.

Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor keuangan tercatat 5,1 persen pada Februari 2018, melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 6,7 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan, sektor LGA, dan sektor pertambangan meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pangsa ULN sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan terhadap total ULN swasta mencapai 72,2 persen, relatif sama dengan pangsa pada periode sebelumnya.

Bank Sentral juga menyebut ULN total pada Februari 2018 masih tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Februari 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir Februari 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 85,5 persen dari total ULN.

“Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutup keterangan tertulis tersebut. (Inikata/fajar)

Komentar