Waduh 5 Kadis dan 10 ASN Terbukti Tidak Netral, 2 Orang Enggan Jalani Sanksi
17 April 2018 11:00

PALOPO, INIKATA.com – Terbukti melakukan pelanggaran kode etik, 15 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dijatuhi sanksi moral.

Mereka harus meminta maaf di depan publik sekaligus menandatangani pernyataan permohonan maaf atas pelanggaran kode etik yang dilakukan.

Itu usai kegiatan upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di lapangan Pancasila Palopo, Selasa (17/4/2018) pagi tadi.

Hanya saja, dari 15 ASN yang dapat sanksi, hanya 13 orang saja yang datang minta maaf. Dua orang ASN izin mengikuti kegiatan lain.

“Tidak ada yang lolos. Dua ASN yang tidak hadir tetap akan meminta maaf di depan umum. Nanti, kita carikan waktu kegiatan upacara yang melibatkan ASN dan masyarakat,” kata Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien.

Menurut Arwien, pelanggarannya, 15 ASN ini, karena mereka menghadiri kegiatan deklarasi salah satu bakal pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Palopo pada tanggal 10 Desember 2017 lalu.

“Hasil klarifilasi, 15 ASN ini menghadiri undangan gerak jalan santai. Namun, acara itu dirangkaikan dengan deklarasi paslon sehingga Panwaslu mendata nama-nama mereka,” tandasnya.

15 ASN yang terbukti melanggar kode etik, diantaranya Kadis Pendidikan Drs Asir Mangopo, Kadis Koperasi Drs Karno, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Hj Suryani A Kaso, Plt Kadis Perindustrian Akkaseng, Kadis BPKAD Drs Hamzah Jalante.

Lalu, Kepala Bappeda Drs Firmansyah, Lurah To’Bulung Dewa Gau Laide, Camat Mungkajang Buhari, Kadis PMPTSP Farid Kasim Judas, Kabag Pemerintahan A Musakkir.

Selanjutnya, Plt Kadis Kebersihan Rachmad, Plt Kepala Bapenda Drs Abd Waris, Plt Kadis Transmigrasi Hermawan Irfan, Camat Wara Timur Baso Aznur dan Camat Wara Barat Makkasau. (**)